Senin, 31 Maret 2014

Cemburu berdampak Memburu


TEMPO.CO , Jakarta: Kasus pembunuhan Ade Sara cukup cepat terkuak. Polisi hanya membutuhkan waktu lima hari untuk membekuk pelaku pembunuhan, Ahmad Hafitd dan Assyifa. Ini beberapa hal tersebut:
1. Melayat korban
Tidak tahu apa alasan Ahmad Hafitd pada 10 Maret 2014 melayat Ade Sara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Hafitd seperti terlalu percaya diri tidak akan ditangkap. Memasang status turut berduka di Twitter dan Path mungkin dianggap cukup menutupi aksi bersama kekasihnya, Assyifa. (Baca: Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap)
Hafitd tidak tahu ketika ia melayat, Polresta Kota Bekasi sudah mendapatkan informasi Hafitd pernah mau mencelakai Ade Sara. Setelah mendapat informasi dari ibunda Sara, polisi meminta bantuan agar Hafitd jangan pergi dahulu. Hafitd ketika itu datang dan pura-pura membaur. Polisi tambah curiga setelah Hafitd terlihat tidak bisa menjawab penyebab tangannya terdapat luka bekas gigitan. »Jawabannya awalnya tidak meyakinkan,” kata Juru Bicara Kapolda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto. Belum berpengalamanya Hafitd terlihat juga dengan mudahnya polisi menangkap Assyifa. Tidak sampai satu jam Assyifa ditangkap di kampusnya. (Baca: Akibat Tanda Luka Gigitan Ade Sara..)
2. Banyak Saksi Mata
Rentetan aksi dua sejoli Hafitd-Assyifa semakin terbongkar setelah beberapa orang mengakui melihat keduanya ketika Ade Sara dibunuh. Saat Ade Sara sudah dalam kondisi terbunuh, mobil Kia Visto mogok di dekat apartemen ITC Kemayoran, Jakarta Pusat. Hafitd kemudian meminta bantuan sopir taksi untuk mengecas aki. Namun tidak lama mobil kembali mogok, kali ini Hafitd meminta bantuan temanya, Nuredy untuk membawa aki. Bahkan Nuredy sempat menanyakan siapa sosok yang ada di dalam mobil. Hafitd menjawab di dalam mobil ada mayat. Nuredy bisa saja waktu itu menganggap pelaku becanda namun ia sudah menjadi saksi rentetan aksi dua sejoli itu. (Baca: 5 Saksi Kasus Pembunuhan Ade Sara Diperiksa)
Satu saksi lagi adalah teman Ade Sara. Saksi ini tidak diketahui oleh para pelaku. Sebelum bertemu dengan pasangan pembunuh, Ade Sara sempat berkomunikasi dengan Nadia Amanda Pritami, teman les Bahasa Jerman di Geothe Institute. Nadia mengatakan dirinya menghubungi Sara. "Aku lagi di stasiun Gondangdia tungguin teman aku, bukan teman deng, ceweknya teman aku," ucap Nadia menirukan pesan Sara. (Baca:Penuturan Nadia, Saksi Kunci Pembunuhan Ade Sara)
3. Barang Bukti
Kedua pasangan pembunuh itu membuang barang bukti seperti tisu dan dompet korban setelah membuang korban di Tol Bintara Bekasi Barat. Barang bukti yang penting seperti alat strum untuk menyiksa korban ditemukan polisi di parit depan rumah pelaku. Begitu juga dengan sepatu, ID card mahasiswa, dan buku tabungan milik korban. (baca: Hafitd Sebar Barang Ade Sara di Jalan  dan 21 Jam Bagi Tugas, Hafitd-Assyifa Siksa Ade Sara)
EVAN | PDAT | Sumber Diolah Tempo

Tanggapan

Menurut Wong (2009) “Walaupun orangtua tetap memberi pengaruh utama dalam sebagian besar kehidupan, bagi sebagian besar remaja, TEMAN SEBAYA DIANGGAP LEBIH BERPERAN PENTING ketika masa remaja dibanding masa kanak-kanak. Kelompok teman sebaya memberikan dukungan yang kuat pada remaja, secara individu dan secara berkelompok memberikan remaja PERASAAN MEMILIKI PERASAAN KEKUATAN DAN KEKUASAAN.”

Kemudian, “Pada masa remaja hubungan dengan anggota lawan jenis merupakan hal baru yang pentingJenis dan  tingkat keseriusan hubungan lawan jenis bervariasi. Tahap awal hubungan biasanya tidak memiliki komitmen, sangat bebas bergerak, dan jarang dicirikan dengan kedekatan romantis yang dalam. Perasaan tertarik menjadi pelekatan yang kuat terhadap seseorang.”

Kutipan ini diambil dari buku yang diciptakan oleh Donna L Wong, yang berkebangsaan barat. Namun, pada dasarnya remaja sendiri yang bisa mengatur membuat prinsip sepenting apa hubungan dengan lawan jenis itu. Jadikan hubungan lawan jenis sebagai hubungan yang normal, dan pertemanan yang bermafaat, jangan cenderung pada kisah cinta monyet yang entah kemana ujungnya.

Tapi faktanya? Indonesia sangat terpengaruh dengan budaya barat, bahkan tanpa berpikir panjang, memprioritaskan masalah ‘hati’ yang tanpa maksud dan karena hal sepele, bisa menimbulkan perasaan ingin membunuh, berencana membunuh, atau bahkan menewaskan oranglain.

Perasaan menyukai lawan jenis memang didera pada para remaja umumnya. Merasa sangat istimewa karena ada seseorang yang memperhatikan, yang care, sehingga tak jarang hal itu menjadi berlebihan. Merasa ingin memiliki seutuhnya, padahal tak ada ikatan apapun selain ikatan yang tak sah. Ketika perasaan ‘memiliki’ itu mencapai puncak, dan saat itu si pasangan pergi atau hubungan putus, hal itu menyebabkan buta hati.

Menurut saya, banyak faktor yang menjadi dasar para remaja melakukan hal nekad ini diantaranya:
  1.       Kondisi kejiwaan yang masih labil
  2.    Kurangnya perhatian orangtua
  3.    Pergaulan yang salah
  4.    Pengaruh media, Film atau Internet yang disalah gunakan.


Hierarki Maslow.
sumber:http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com
Dari teori Hierarki Maslow dapat saya simpulkan bahwa ada 5 pokok kebutuhan manusia dalam hidup yang dibuat secara piramid. Kebutuhan itu adalah..
1. Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
2. Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
3. Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
4. Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
5. Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

Menurut saya dalam kasus Ade Sara ini, yang paling mencolok adalah kebutuhan nomor 3, yakni kebutuhan akan rasa cinta dan saling memiliki.

Teori ke 3 Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan
Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan “bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki.”

Menurut saya, mungkin para remaja lupa bahwa ada hal yang lebih bermakna dari apapun ada banyak tahapan kebutuhan Maslow yang perlu mereka jajaki dan pahami. Mereka lupa dan lalai dengan menyalahgunakan tahap 3 teori tersebut, bahwa perasaan kasih sayang dan cinta adalah perasaan yang Universal dan sesungguhnya bisa di sulap menjadi hal yang lebih baik, menghasilkan dan berprestasi. Bagaimana jika perasaan cinta itu kita ubah menjadi perasaan kasih sayang sesama yang saling mendukung dan mendorong pada kebaikan. Jangan jadikan kata ‘cinta’ yang suci menjadi bantalan mu membuat keonaran yang  merugikan bahkan menghilangkan nyawa sesama.

Seharusnya remaja pada zaman modern ini sadar dan yakin apa yang seharusnya kami lakukan dan tindakan apa yang harus diambil dalam hidup, banyak role model yang bisa dipelajari mulai dari yang paling buruk sampai yang paling baik. terserah dan pilihan yang menjadikan “BAGAIMANA” kamu kelak.


Bagaimana dengan pengendalian dirimu? Kamu butuh aktualisasi diri? Aktualisasi diri apa yang ingin ditunjukan remaja? remaja diatas hanya menjadikan diri mereka dan wajah mereka tercoreng dengan tindakan tak beradab. Maka, bagaimana menyikapi dan mengolah tindakan agar lebih santun? Ayo sinkronkan hatimu dengan fikiran. Hatimu pasti memiliki bagian putih yang patut kamu dengarkan sebelum melakukan tindakan. Pikirkan lagi, apa yang akan terjadi dan sikap apa yang akan kamu dapat dari oranglain jika kamu melakukan hal yang merugikan itu? ayo remaja Indonesia! Masa depanmu masih panjang, mari jadi manfaat, mari sinkronkan hati dengan fikiranmu!

Senin, 13 Januari 2014

Pelapisan Sosial


            Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.

            Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu carahidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.

            Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.

            Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.

            Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang

1.         Dasar-Dasar Pembentukan Pelapisan Sosial

            Proses terbentuknya pelapisan sosial dapat terjadi melalui dua cara, yakni secara alamiah dan secara disengaja atau direncanakan oleh manusia. Pelapisan sosial yang terjadi secara alamiah tidak dapat dilepaskan oleh kecendrungan bakat, minat, dan dukungan lingkungan. Misalnya dilingkungan pantai berkembang masyarakat nelayan, di sekitar lahan yang subur berkembang masyarakat petani, dan banyak lagi contoh-contoh lain yang berhubungan dengan proses pelapisan sosial secara alamiah. Adapun pelapisan sosial yang sengaja direncanakan oleh manusia dapat diperhatikan pada organisasi politik seperti pembagian kekuasaan, pembentukan organisasi politik, dan lain sebagainya.

a. Pelapisan Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi
            Di pandang dari sudut ekonomi terdapat tiga lapisan masyarakat, yaitu kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class). Masyarakat kelas atas (upper class) merupakan kelompok orang kaya yang diliputi dengan kemewahan. Masyarakat kelas menengah (middle class) merupakan kelompok orang yang berkecukupan, yakni mereka yang berfkecukupan dalam hal kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Sedangkan masyarakat kelas bawah (lower class) merupakan sekelompok orang miskin yang sering mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan.

b. Pelapisan Sosial Bersdasarkan Kriteria Sosial
            Sehubungan dengan status sosial, Robert M.Z. Lawang mengemukakan dua pengertian, yakni ditinjau dari sudut obyektif dan subyektif. Secara obyektif, status sosial merupakan suatu tatanan hak dan kewajiban yang secara hierarkis terdapat dalam suatu struktur formal sebuah organisasi. Secara subyektif, status sosial merupakan hasil penilaian orang lain terhadap diri seseorang yang terkait dengan siapa seseorang tersebut berhubungan. Dalam kaitan ini, secara subyektif seorang bisa saja memberikan penilaian terhadap orang lain, apakah lebih tinggi atau lebih rendah statusnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Untuk memberikan penilain, apakah seseorang memiliki status sosial lebih tignggi atau lebih rendah dalam kehidupan sosial. Talcot Parsons mengemukakan lima kriteria sebagai berikut:

•           Kelahiran, yakni status yang diperoleh berdasarkan kelahiran, seperti jenis kelamin, kebangsawwanan, ras, dan lain-lain.

•           Kepemilikan, yakni status yang dipeeroleh berdasarkan harta yang diperoleh berdasarkan harta yang dimiliki oleh seseorang, seperti miskin, sedang, dan kaya.

•           Kualitas pribadi, yakni status yang diperoleh berdasarkan kualitas-kualitas kepribadian yang tidak dimiliki oleh orang lain, seperti kecerdasan, kelembutan, kebijaksanaan, dan lain-lain.

•           Otoritas, yakni status yang diperoleh berdasarkan kemampuan untuk memengaruhi orang lain 
sehingga bersedia mengikuti segala sesuatu yang diinginkan.

•           Prestasi, yakni status yang diperoleh berdasarkan prestasi yang dicapai, baik dalam hal berusaha, pendidikan, pekerjaan, dan lain sebagainya.

c. Pelapisan Sosial Berdasarkan Kriteria Politik
            Status sosial yang berdasarkan kriteria politik merupakan penggolongan anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang dimiliki. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki, maka semakin tinggi pula statusnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Mac Iver mengemukakan tiga pola umum dalam sistem pelapisan kekuasaan, yaitu tipe kasta, tipe oligarkhis, dan tipe demokratis.

            Pola pelapisan sosial tipe kasta memiliki garis pemisah yang sangat tegas dan sulit ditembus. Pola pelapisan kekuasaan tipe kasta ini dapat diperhatikan pada sistem kekuasaan yang terdapat pada kerajaan-kerajaan. Pola pelapisan kekuasaan tipe oligharkis juga menggambarkan adanya garis pemisah yang tegas antara tiap-tiap lapisan, akan tetapi perbedaan antara tiap-tiap pelapisan tersebut tidak terlalu kaku.
Adapun dalam referensi lain dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut:

#Ukuran Kekayaan


            Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

#Ukuran Kekuasaan dan Wewenang

            Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

#Ukuran Kehormatan

            Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghoramti orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

#Ukuran Ilmu Pengetahuan

    Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar umtuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.


2. Aspek Positif dan Negatif dari Sistem Pelapisan Sosial

            Sistem pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat sangatlah mungkin terjadi, karena adanya tingkatan kesenjangan-kesenjangan yang didasari dari beberapa hal misalnya dari segi Ekonomi, ini akan menimbulkan stratifikasi sosial yang sangat mencolok. Masyarakat dan lingkungan sosialnya menjadi elemen yang tak dapat terpisahkan sehingga akan menimbulkan efek-efek tertentu sesuai dengan pola pikir dan lingkungan masyarakt sosial itu sendiri.

            Beberapa aspek yang akan timbul akan menimbulkan kesenjangan sosial dan diskriminasi, aspek negatif ini bisa saja terjadi pada daerah-daerah pedesaan, pasalnya pedesaan yang umumnya petani akan senantiasa lebih dikuasai oleh tengkulak-tengkulak yang memainkan harga pasar yang cenderung seringkali merugikan para petani, contohnya para petani daun bakau untuk pembuatan rokok, harga bakau harus ditentukan oleh tengkulak yang sudah bekerja sama dengan produsen rokok yang telah memiliki nama. Tingkatan ekonomi lah yang membuat stratifikasi sosial ini muncul, belum lagi karena jabatan dan tingkat pendidikan.

            Aspek lain dari pelapisan sosial ini bisa saja menjadi hal yang menguntugkan bagi sebagian orang, aspek positif ini dapat kita jumpai di berbagai tempat contohnya jika kita seorang pejabat pemerintah kita mungkin akan sedikit lebih mudah dalam urusan birokrasi, karena adanya bantuan orang dalam yang memiliki jabatan. Plapisan sosial di pedesaan mungkin akan menimbulkan hal baik bagi para pencari modal apabila seseorang yang memilik tingkat ekonomi menengah ke atas berpendidikan tinggi juga mempunyai jabatan dapat bekerja sama dengan masyarakat ke bawah untuk saling membantu dengan mendirikan koperasi kecil-kecilan dengan modal yang sudah di danai oleh orang yang mempunyai pengaruh kuat di daerah itu.


            Pelapisan sosial pastilah terjadi dimanapun kita berada, namun tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan menjaganya agar tidak adanya kecemburuan, kesenjangan, dan diskriminasi sosial pada masyarakat dalam tingkatan apapun, entah menengah ke atas atau ke bawah, semua manusia dengan derajat yang sama, yang membedakan tinggi rendah hanyalah akhlak yang mulia. Jika kita beruntung menjadi seorang yang tinggi di mata sosial, maka jangan menyalahgunakan kedudukan tinggi tersebut, dan jika kita berada dalam tingkatan rendah, maka berusahalah agar hidup kita menjadi bermakna bagi orang lain meski kita hanya orang biasa yang selalu tertindas.

            Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.

Jika dilihat dari kenyataan, maka Individu dan Masyarakat adalah Komplementer. dibuktikan bahwa:

a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya.

b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.

            Menurut Pitirim A.Sorokin, Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.

            Sedangkan menurut Theodorson dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.


Konflik Batin Seorang Remaja

            Untuk menyelesaikan tugas ilmu sosial dasar yang mengangkat tema tentang Konflik yang terjadi pada diri seorang remaja, saya sebagai salah seorang remaja akan menyampaikan beberapa pendapat.

            Kita hidup untuk tumbuh dewasa baik dalam segi usia maupun cara berfikir. Untuk mencapai suatu tingkat kedewasaan diri tersebut, kita akan melewati beberapa pertentangan (konflik) dan gejolak sosial baik dari diri sendiri ataupun lingkungan sekitar.

            Dalam proses menuju kedewasaan, kehidupan seorang remaja khususnya kehidupan saya tidak dapat dipungkiri cukup banyak terjadi konflik. Salah satu contoh yang sering di temukan adalah perselisihan pendapat dengan orang lain khusunya orang tua. Hal tersebut juga terjadi dalam kehidupan saya.

            Saya sangat bersyukur dilahirkan dari keluarga kecil yang sederhana dalam segi materi namun berlebih dalam segi perhatian dan kasih sayang. Seperti orang tua pada umumnya, orang tua saya sangat memperhatikan aktifitas, dan lingkungan saya. Mereka selalu mengingatkan hal-hal yang dapat membuat saya lebih mengerti dan memahami benar dan salah di setiap waktunya.

            Orang tua saya memberikan kebebasan kepada saya untuk menentukan segala sasuatu yang saya inginkan namun tetap pada batasan-batasan tertentu. Pada kehidupan saya terdapat cukup banyak batasan (aturan) yang diterapkan dikehidupan dalam keluarga saya. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena saya seorang wanita, jadi orang tua saya sangat berhati-hati dalam menjaga, merawat, dan membentuk jati diri saya agar kelak dapat menjadi wanita dewasa yang lebih baik.


            Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, konflik yang sering terjadi dalam kehidupan saya yaitu perselisihan pendapat dengan orang tua. Contohnya; Suatu ketika idola saya yaitu Francesc Fabregas Soler datang ke Indonesia dalam suatu acara. Saya sangat ingin bertemu dengan nya, namun orang tua saya melarang saya datang kesana. Sebagai seorang remaja yang idola nya sulit ditemui secara langsung atau tidak hanya terbatas pada layar televisi ataupun media social saya sangat kecewa dengan sikap orang tua saya. Namun seiring waktu dan tingkatan pola pikir saya menjadi mengerti mengapa pada saat itu saya dilarang untuk pergi. Kekhawatiran mereka cukup beralasan, mungkin karena pada saat itu usia saya masih 15tahun jadi mereka cukup cemas untuk melepas saya pergi ke luar kota tanpa didampingi mereka. Hal lain yang menyebabkan timbulnya rasa cemas orang tua saya juga karena kepadatan yang akan terjadi di lokasi itu akan membahayakan seorang remaja. 
     
            Dari contoh konflik batin yang saya alami, saya dapat menarik kesimpulan bahwa setiap orang tua selalu mengambil keputusan secara bijak tidak semena-mena walaupun terkadang keputusannya itu menimbulkan kekecewaan terhadap pribadi anaknya yang secara tidak langsung menghasilkan konflik pada diri anak yang kemauannya ditentang itu. Solusi yang tepat menurut saya, dengan memperbanyak komunikasi dan memberitahukan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi namun dengan cara perlahan dan menggunakan bahasa yang dimengerti anak seusianya tanpa bermaksud mengecewakan.

Senin, 18 November 2013

Jenis-Jenis Keyword pada Java dan Fungsinya

1. Abstract
Abstract adalah kata kunci yang digunakan untuk menyatakan kelas atau metode untuk menjadi abstract. Sebuah metode tidak memiliki implementasi, semua kelas yang berisi metode abstract harus dari mereka abstrak, walaupuntidak semua kelas abstrak memiliki metode abstrak. Objek dari kelas abstrak tidak dapat instantiated, tetapi dapat diperpanjang oleh kelas lain. Semua subclass dari kelas abstrak harus menyediakan implementasi untuk semua metode abstrak, atau juga harus abstrak.

2. Assert
Assert merupakan kata kunci yang ditambahkan dalam J2SE 1,4, digunakan untuk membuat pernyataan yang programmer percaya selalu benar dititik dalam program. Jika pernyataan akan diaktifkan ketika program dijalankan dan ternyata bahwa pernyataan adalah palsu, Kata kunci ini dimasukkan untuk membantu dalam debugging.

3. Byte
Byte kata kunci yang digunakan untuk menyatakan suatu bidang yang dapat menyimpan sebuah 8 – bit menandatangani dua complement integer. Kata kunci ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa suatu metode mengembalikan nilai tipe byte.

4. Break
Digunakan untuk melanjutkan pelaksanaan program dipernyataan segera setelah blok melampirkan saat ini ataupernyataan jika diikuti sebuah label.

5. Case
Case digunakan untuk membuat kasus-kasus individu dalam pernyataan switch.

6. Class
Suatu jenis yang mendefinisikan implementasi dari jenis objek tertentu. Sebuah defenisi kelas mendefinisikan instance kelas bidang dan metode dan kelas batin serta menetukan antar muka kelas dan segera mengimplementasikan superclass kelas. Jika superclasstidak secara eksplisit ditentukan, superclass secara implicit object.

7. Default
Default digunakan dalam sebuah pernyataan switch untuk label blok pernyataan yang akan dieksekusi jika tidak ada case cocok dengan nilai yang ditentukan.

8. Else
Kata kunci ini dapat digunakan bersama if untuk membuat penyataan if-else yang mengujisuatu ekspresi Boolean, jika ekspresi bernilai true, blok pernyataan yang berhubungan dengan if dievaluasi, jika ia bernilai false blok, dari laporan yang berkaitan dengan else dievaluasi.

9. Import
Digunakan pada awal sebuah file sumber untuk menentukan kelas atau seluruh paket JAVA untuk disebut kemudian tanpa termasuk paket-paket mereka nama-nama dalam referensi. Sejak J2SE 5.0, import laporan dapat mengipor statc anggota kelas.

10. If
If digunakan untuk membuat pernyataan jika yang menguji suatu ekspresi bernilai
true, blok pernyataan yang berhubungan dengan jika pernyataan dijalankan. Kata
kunci ini juga dapat digunakan untuk membuat pernyataan jika lai.

11. New
New digunakan untuk membuat sebuah instance dari sebuah kelas atau array.

12. Package
Sekelompok jenis paket dinyatakan dengan package kata kunci.

13. Int
Adalah kata kunci yang digunakan untuk menyatakan sebuah lapangan yang dapa memegang 32-bit masuk integer melengkapi dua. Kata kunci ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa metode yang mengembalikan nilai int.

14. Interface
Digunakan untuk menyatakan tipe khusus kelas yang hanya berisi metode abstrak, konstan (static final) bidang dan static interface. Hal ini nantinya akan diimplementasikan oleh kelas yang menyatakan antarmuka dengan implementasi kata kunci.

15. Long
Long kata kunci digunakan unuk menyatakan sebuah lapangan yang dapat memegang 64-bit masuk integer yang melengkapi dua. Kata kunci ini digunakan untuk menyatakan bahwa metode yang mengembalikan nilai tipe long.

16. Native
Digunakan dalm deklarasi metode untuk menentukan bahwa metode ini tidak diimplementasikan dalam file sumber java yang sama, melainkan dalm bahasa lain.

17. Private
Kata kunci yang digunakan dalam pembagian lapangan, metode, atau kelas batin, anggota swasta hanya dapat diakses oleh anggota lain dari kelas mereka sendiri.

18. Public
Piblic kata kunci yang digunakan dalam deklarasi metode, kelas, atau bidang, kelas umum, metode dan bidang dapat diakses oleh anggota dari setiap kelas.

19. Static
Digunakan untuk menyatakan sebuah lapangan, metode atau kela batin sebagai bidang kelas. Kelas mempertahankn satu salinan bidang kelas terlepas dari berapa banyak contoh yang ada dari kelas itu. Static juga digunakan untuk mendefinisikan sebuah metode sebagai metode kelas. Kelas metode yang terikat ke kelas, bukan ke contoh spesifik, dan hanya dapat beroperasi pada kolom kelas. (kelas dan interface dideklarasikan sebagai static anggota lain kelas atau interface sebenarnya top-level kelas dan tidak inner class).

20. Return
Digunakan untuk menyelesaikan pelaksanaan metode. Hal ini dapat diikuti oleh suatu nilai yang dapt diperlukan oleh defenisi metode yang dikembalikan ke pemanggil.

21. This
Digunakan untuk mewakili sebuah instance dari kelas dimana ia muncul. This dapat digunakan untuk mengakses anggota kelas sebagai referensi. This juga kata kunci digunakan untuk meneruskan panggilan dari satu konstuktor dikelas untuk konstuktor lain dikelas yang sama.

22. Throw
Kata kunci yang digunakan untuk menangani exception jenis tugas yang kompatibel. Jikatik adahandler pengecualian tersebut ditemukan dalam metode yang sekarang, maka kembali metode dan proses ini diulang dalam metode distack, maka pengecualian dilewatkan kehandler pengecualian theard itu tidak tertangkap.

23. Try
Medefinisikan blok pernyataan yang telah exception handling. Jika pengecualian dilemparkan dalam try blok, opsional catch blok dapat menagani menyatakan jenis pengecualain. Juga,opsionalfinally blok dapat dideklarasikan yang akan dijalankan ketika keluar eksekusi try blok dan catch klausa, telepas dari apakah pengecualain dibuang atau tidak. Sebuah try blok harus memilki minimal satu catch klausa atau finally blok.

24. Void
Kata kunci yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu metode tidak mengembalikan nilai apapun.
  
25. Volatile
Digunakan dalam deklarasi lapangan untuk menentukan bahwa variabel yang diubah asynchronously oleh bersamaan menjalankan thread, metode, kelas dan interface sehingga tidak dapat dideklarasikan volative.

26. While
Kata kunci digunakan untuk membuat loop semntara, ynag menguji suatu ekspresi Boolean dan mengeksekusi blok pernyataan yang berhubungan dengan loop jika ekspresi bernilai true, ini terus sampai ekspresi bernilai false. Kta kunci ini juga dapat digunakan untuk membuat sebuah do-while-loop.

27. Boolean
Kata kunci yang digunakan untuk menyatakan suatu bidang yang dapat menyimpan suatu nilai Boolean, yaitu baik true atau false. Kata kunci ini juga digunakan untuk menyatakn bahwa metode yang mengembalikan nilai tipe Boolean.

28. Char
Char kata kunci digunakan untuk menyatakan bidang yang dapat menyimpan 16-bit Unicode karakter. Kata kunci ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa metode yang mengembalikan nilai tipe char.

29. Catch
Mendefinisikan sebuah handler pengecualian kelompok pernyataan yang dieksekusi jika pengecualian dilemparkan diblok ditentukan oleh sebelumnya try kata kunci, kode ini akan dijalankan hanya jika kelas pengecualian dilemparkan adlah tugas kompatibel dengan kelas pengecualian dideklarasikan oleh catch klausa.

30. Const
Meskipun reserved sebagai kata kunci dijava, const tidak digunakan dan memiliki fungsi.

31. Continue
Digunakan untuk melanjutkan eksekusi program pada akhir tubuh loop saat ini. Jika diikuti dengan label, continue eksekusi kembali pada akhir tubuh loop brlabel melampirkan.

32. Do
Kata kunci yang dpat digunakan bersama dengan whie untuk membuat sebuah dowhile loop, yang menjalankan suatu blok statement berkaitan dengan loop dan kemudian tes ekspresi Boolean yang dapat berkait dengan while, jika ekspresi bernilai true, blok dijalankan lagi, ini trussampai ekspresi bernilai false.

33. Double
Kata kunci yang digunakan untuk menyatakan sebuah lapangan yang dapat memegang 64-bit. Kata kunci ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa suatumetode megembalikan nilai tipe double.

34. Enum
Sebuah java kata kunci yang igunakan untuk mendeklarasikan tipe enumerasi. Matri memperpanjang kelas dasar enum.

35. Extends
Digunakan dalm sebuah deklarasi kelas untuk menetukan superclass, digunakan dalam deklarasi interface nutuk menentukan satu atau lebih superinterface. Kelas X Y meluas kelas untuk menmbah fungsionalitas, baik dengan menambahkan field atau metode ke Y kelas, atau dengan meng-overridemetode kelas Y. Antarmuka Z memperluas satu atau lebih interface dengan menmbahkan metode. Kelas X dikatakan sebagai subclass Y kelas, interface Z dikatakan sebagai interface dari interface itu meluas. Juga digunakan untuk menentukan batas atas sebuah ketik Generics.

36. Final
Mendefinisikan entitas sekali yang tidak dapat diubah atau berasal dari nanti. Lebih spesifk, sebuah kelas akhir tidak dapat subclassed, metode akhir tidak dapat diganti, dan variabel final dapat trjadi paling banyak sekali sebagai ekspresi kiri. Semua metode dikelas terakhir secara implicit final.

37. Finaly
Digunakan untuk mendefinisikan suatu blok statement nutuk blok yang ditetakan sebelumnya oleh try kata kunci. Yang finaly blok dijalankan setelah keluar eksekusi try blok dan apapun yang terkait catch klausa terlepas dari apakah pengecualian terlempar atau tertangkap, atau eksekusi meninggalkan metode ditengah try atau catch blok menggunakan return kata kunci.

38. Float
Float kata kunci digunakan untuk menyatakan sebuah lapanagn yang dapa memegang 32-bit persisi tunggal IEEE 754-angka floating point. Kata kinci ini juga digunakan untuk menyatkan bahwa suatu metode mengembalikan tipe float.

39. For
For kata kunci digunakan untuk membuat loop, yang menmpatkan inisialiasai variabel, suatu ekspresi Boolean, dan suatu incrementation. Inisialisasi variabel dilakukan terlebih dahulu, kemudian ekspresi Boolean dievaluasi. Jika ekspresi bernilai true, blok pernyataan yang berhubungan loop dijalaankan dan kemudian incrementation yang dilakukan.

40. Goto
Meskipun receved sebagai kata kunci dijava, goto tidak digunakan dan memiliki fungsi pada java.

41. Implement
Untuk menentukan satu atau lebih interface yang diimplementasikan oleh kelas saat ini. Kelas A mewarisi jenis dan metode abstrak dinyatakan oleh interface.

42. Instanceof
Sebuah operator biner yang menggunakan sebuahreferensi objek sebagai operan pertama dan kelas atau antar muka sebagai operan kedua dan menghasilkan hasil Boolean.

43. Protected
Kata kunci yangdigunakan dalam pembagian lapangan, metode,atau kelas batin, anggota yang dilindungi hanya dapat diakse oleh anggota kelas mereka sendiri, bahwa kelas itu subclass atau kelas yang sama.

44. Strictfp
Sebuah java kata kunci yang digunakan untuk membatasi persis dan pembulatan pehitungan floating point untuk memastikan portabilitas.

45. Super
Untuk mengakse anggota kelas diwariskan oleh kelas dimana ia muncul. Super kata kunci juga digunakan untuk meneruskan panggialn dari konstruktor di superclass.

46. Switch
Kata kunci yang digunakan dalam hubunganya dengan case dan default untuk membuat pernyataan swtch,yang mengavaluasi sebuah variable, nilai cocok untuk tertentu case,dan engeksekusi blok pernyataan terkait dengan case.

47. Transient
Menytakan bahwa medan bukan contoh default seri bentuobjek.

48. Synchronized
Digunakan dalam deklarasi atau blok kode metode untuk mendapatkan mutex kunci untuk objek sedangkan saat benag mengekekusi kode.

49. Throws
Digunakan dalam deklarasi metode untuk menentukan pengecualian tidak ditangani dalam metode melainkanditeruskan ketingkat yang lebih tniggi berikutnya program. Semua tertngkap pengecualian dalam sebuah metode yang tidak kasus RuntimeException harus dideklarasikan menggunakan throws kata kunci.

50. Short
Short kata kunci digunakan untuk menyatakan bidang bisa menampung 16-bit integer melengkapi menandatangi dua. Kata kunci ini juga digunaka untuk menyatakan

bahwa metode yang mengembalikan nilai tipe short.